KESUKSESAN UNTUK BERSAMA

MARI BERBAGI SUKSES UNTUK KESUKSESAN KITA
Kalo Dah Mampir, Maka Wajib di Baca dan kalo dah diBaca Maka Wajib di tulis KOmeNtAR

Jumat, Desember 10, 2010

Jawaban untuk Wanita CANTIK yang Mencari Pria KAYA

Seorang gadis muda dan cantik, mengirimkan surat ke sebuah majalah terkenal, dengan judul: “Apa yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?”

Saya akan jujur, tentang apa yang akan coba saya katakan disini. Tahun ini saya berumur 25 tahun. Saya sangat cantik, mempunyai selera yang bagus akan fashion. Saya ingin menikahi seorang pria dengan penghasilan minimal $500ribu/tahun.Anda mungkin berpikir saya matre, tapi penghasilan $1juta/tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah di New York . Persyaratan saya tidak tinggi – apakah ada di forum ini mempunyai penghasilan $500ribu/tahun? apa kalian semua sudah menikah? yang saya ingin tanyakan: apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti Anda?

Yang terkaya yang pernah berkencan dengan saya hanya $250rb/tahun. Bila seseorang ingin pindah ke area pemukiman elit di City Garden NewYork , penghasilan $ 250rb/tahun tidaklah cukup. Dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan:

Dimana para lajang kaya hang out ?

Kisaran umur berapa yang harus saya cari?

Kenapa kebanyakan istri dari orang2 kaya hanya berpenampilan standar?

Saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan tidak menarik, tapi mereka bisa menikahi pria kaya?

Bagaimana, anda memutuskan, siapa yang bisa menjadi istrimu, dan siapa yang hanya bisa menjadi pacar?

Si Cantik

—————————

Inilah balasan dari seorang pria yang bekerja di Finansial Wall Street :

Saya telah membaca suratmu dengan semangat. Saya rasa banyak gadis2 di luar sana yang mempunyai pertanyaan yang sama.

Ijinkan saya untuk menganalisa situasimu sebagai seorang profesional.

Pendapatan tahunan saya lebih dari $500rb, sesuai syaratmu, jadi saya harap semuanya tidak berpikir saya main2 di sini. Dari sisi seorang bisnis, merupakan keputusan salah untuk menikahimu. jawabannya mudah saja, Saya coba jelaskan, coba tempatkan “kecantikan” dan “uang” bersisian, dimana anda mencoba menukar kecantikan dengan uang:

Pihak A menyediakan kecantikan, dan Pihak B membayar untuk itu, hal yg masuk akal. tapi ada masalah disini, kecantikan anda akan menghilang, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa ada alasan yang bagus. Faktanya, pendapatan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun, tapi anda tidak akan bertambah cantik tahun demi tahun.

Karena itu, dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset yang akan meningkat, dan anda adalah aset yang akan menyusut. Bukan hanya penyusutan normal, tapi penyusutan eksponensial.

Jika hanya (kecantikan) itu aset anda, nilai anda akan sangat mengkhawatirkan 10 tahun mendatang. Dari aturan yg kita gunakan di Wall Street, setiap pertukaran memiliki posisi, kencan dengan anda juga merupakan posisi tukar.

Jika nilai tukar turun, kita akan menjualnya dan adalah ide buruk untuk menyimpan dalam jangka lama, seperti pernikahan yang anda inginkan. Mungkin terdengar kasar, tapi untuk membuat keputusan bijaksana, setiap aset dengan nilai depresiasi besar akan dijual atau “disewakan”.

Siapa saja dengan penghasilan tahunan $500rb, bukan orang bodoh, kami hanya berkencan dengan anda, tapi tidak akan menikahi anda.

Saya akan menyarankan agar anda lupakan saja untuk mencari cara menikahi orang kaya. Lebih baik anda menjadikan diri anda orang kaya dengan pendapatan $500rb/tahun. Ini kesempatan lebih bagus daripada mencari orang kaya bodoh.

Mudah2an balasan ini dapat membantu. Jika anda tertarik untuk servis “sewa pinjam”, hubungi saya.

ttd,

J.P. Morgan

N.B : J.P Morgan adalah pendiri salah satu Bank terbesar di Amerika yaitu J.P MORGAN CHASE BANK

Lanjutkan ......

Selasa, Juni 16, 2009

Andaikan Rasulullah Masih Hidup dan Melihat Perbankan Sekarang

Saya sempat berpikir,

Apa orang-orang di jaman Rasulullah SAW pernah kepusingan masalah KPR (kredit pemilikan rumah)?

Apa orang-orang di jaman Rasulullah SAW pernah kepusingan membagi pendapatan tiap bulan dengan utang kredit konsumtif yang harus dibayar?

Apa orang-orang di jaman Rasulullah SAW pernah kepusingan masalah pembayaran kartu kredit?

Apa orang-orang di jaman Rasulullah SAW pernah kepusingan masalah pembayaran asuransi?

Yang paling penting, .....

Apa masalah ekonomi di jaman Rasulullah SAW dulu sama seperti yang ada di jaman sekarang?

Halah! Pertanyaan bodoh!

Jelas-jelas KPR ada setelah bank ada! Bank pertama aja baru ditemukan tahun 1407, itupun di Italy, Banco of San Giorgio (Bank of St. George). KPR adalah salah satu produk dari bank, sama seperti kredit konsumtif juga kartu kredit dan sebangsanya. Apalagi asuransi.

Orang-orang di jaman Rasulullah SAW lebih banyak berkutat dengan kesederhanaan sikap dan cara hidup. Pendapatan diperoleh kebanyakan dengan cara berdagang atau bekerja sebagai orang upahan. Lembaga keuangan (Baitul Maal) ada juga lebih berfungsi sebagai pengumpul zakat. Baitul Maal juga jadi tempat berputarnya uang, tempat pemasukan dari kharaj & jizyah (pajak), tempat menyimpan harta rampasan perang yang didapat kaum muslimin. Selain itu, baitul maal juga jadi tempat menyalurkan dana-dana yang dimiliki bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bisa jadi, baitul maal adalah cikal bakal dari bank syariah pertama.

Namun timbul pertanyaan lagi, tapi kenapa sekarang banyak orang yang bergantung pada bank sebagai lembaga pembiayaan sehingga masalah bunga dan riba tak pernah bisa lepas dari kehidupan?

Sepertinya di jaman sekarang Bank sudah jadi bagian yang tak pernah bisa dipisahkan dari kehidupan keuangan. Bayar gaji, bayar listrik, telpon, pun belanja, semua lewat bank. Permasalahannya adalah bunga. Bila menabung lantas mendapat bunga tak seberapa dari pinjaman, tentunya kita senang, tapi harus membayar bunga yang kelewat tinggi akibat pinjaman, tentunya menjerit. Apalagi sekarang ini, saat suku bunga dinaikkan untuk menggeliatkan rupiah.
* * * * *

“Menghasilkan uang dari uang”, itu bentuk yang dilakukan bank dengan segala proses produksinya. Tapi di Q.S. Al Baqarah 275 disebutkan bahwa Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Pun masalah mengenai riba ini juga dijelaskan dalam banyak hadist, namun sulit melepaskan diri dari kebutuhan akan bank.

Bank sudah jadi hal yang dekat dengan kehidupan. Bank jugalah yang memerantarai pun membantu membiayai perekonomian. Tapi nggak usah heran, Bank juga yang jadi cikal-bakal keruntuhan ekonomi global. Sebab bank-bank juga sembarang memberi kredit pada orang yang tak bisa dipercaya, orang itu kabur lalu kredit macet. Bank bermasalah dan uang para nasabah yang dipercayakan untuk ditabung di sana jadi tak bisa ditarik karena bank tak memiliki kecukupan dana.

Teramat rumit memandang sisi bank dari kacamata biasa.

Dari sisi datang tawaran bank syariah, bank yang mengutamakan win-win solution. Yang meminjam dan yang dipinjam untung bersama, rugi tak ditinggal apalagi dijatuhi tangga. Bank syariah melakukan kegiatan penyimpanan dana juga pembiayaan kegiatan usaha dan lainnya dalam unsur syariah.

Yang tidak dibolehkan dalam Islam yang dijalankan oleh Bank Syariah adalah:
Pembayaran atas pinjaman dengan nilai yang dinaikkan tidak diperbolehkan.
Pemberi dana (pinjaman) harus ikut berbagi keuntungan juga kerugian dari dana yang dipinjamkannya.
Menghasilkan uang dari uang. Uang hanya jadi alat pembayaran karena uang bukan komoditas.
Spekulasi (gharar) tidak diperkenankan. Setiap pihak harus mengetahui hasil dari sebuah transaksi.
Tidak diperbolehkan melakukan investasi pada bentuk usaha yang dilarang dalam agama. Prostitusi, judi, minuman keras tidak boleh didanai oleh bank syariah.

Yang sering terjadi, saat kita meminjam uang di bank lantas terkena musibah, di-PHK, bank tidak pernah mau tahu. Yang mereka mau angsuran pinjaman itu harus dibayar tiap bulan berdasarkan jumlah yang telah ditentukan. Bila tidak, dalam jangka waktu tertentu agunan yang dititipkan itu diambil-alih dan si peminjam makin terpuruk dalam kondisinya.

Namun sering juga kejadian, apabila meminjam di bank umum, bunga yang dibayar lebih kecil ketimbang di bank syariah. Tapi perlu ditegaskan, itu bukan bunga, itu adalah pembagian hasil, setiap keuntungan yang diarih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. Bila dalam keadaan untung, jelaslah harus ikut membagi pada bank syariah, namun bila dalam keadaan rugi bank juga ikut menanggung. Artinya, setiap keuntungan dan kerugian memang ditanggung bersama.
* * * * *

Andaikan Rasulullah SAW masih hidup

Andaikan segala permasalahan bisa langsung ditanyakan pada ‘beliau’

Andaikan masalah syubhat dan haram bisa ditegaskan secara jelas.

Andaikan saja cara hidup dan kesederhanaan sikap kita bisa seperti orang-orang di masa Rasulullah SAW…

Tentunya hari ini saya tidak sedang pusing memikirkan naiknya bunga kredit KPR dan pinjaman lain dengan bunga fluktuatif!

Tulisan ini bisa juga dilihat di luqmanhakim.multiply.com

Lanjutkan ......

Kenyataan Menarik, 11 Perbedaan UNIK antara PRIA/SUAMI dan WANITA/ISTRI

1) Pria berburu dan melindungi, wanita mengasuh dan menyatukan. Sehingga wanita yang mengasuh dan menyusui anaknya tentunya lebih utama dari pada wanita yang meninggalkan anaknya kepada pembantunya yang belum tentu mengerti akhlak mulia. Kecuali ia adalah wanita karir, terlebih lagi suaminya hanya memiliki penghasilan pas-pasan, semoga Allah memaafkannya.

2) Pria objektif, wanita intuitif (menganalisa lewat nada suara dan tatapan mata). Sehingga wajar saja jika pria merasa kesulitan jika berdusta di hadapan wanita secara berhadapan langsung, sebab wanita seperti memiki mesin pendeteksi kebohongan, biasanya pria – klo mau bo’ong – paling aman menggunakan SMS atau paling berani by phone.

3) Sudut pandang mata pria sempit, kerucut di retina mata pria kurang lebar, tidak seperti wanita, sehingga wajar jika pria lebih fokus tapi kurang kreatif melihat wacana lain sekitarnya. sehingga pula sering gagal jika diminta menemukan sesuatu, seperti menemukan gula yang terletak dengan sangat jelas di antara bumbu dapur.

Selain itu, karena sudut pandang mata pria sempit, maka tatkala melihat wanita lain yang menggoda, maka kepala pria turut berputar mengikuti arah wanita tersebut. Tapi bukan berarti pria tersebut jatuh cinta, naluriah saja, tidak berbahaya selama pria tersebut memiliki iman yang kuat, tapi menundukkan pandangan mata jauh lebih utama.

Namun demikian bukannya berarti wanita tidak pernah melihat pria yang tampan, tetapi karena sudut pandang wanita luas melebar, relatif hampir 180 derajat, maka wanita jarang kepergok basah sedang memandangi seorang pria yang tampan. Dan tentunya wanita ketika berniat belanja mentega di supermarket, karena sudut pandang matanya yang luas, maka seringkali yang terbeli bukan hanya mentega, melainkan hal-hal menarik lainnya.

4) Otak wanita memiliki koneksi antara otak kiri dan kanan sekitar 30% lebih aktif dari pria, tak heran jika wanita bisa berjalan, bicara, dan pakai lipstik sekaligus. Sedangkan pria hanya bisa berkonsentrasi pada satu pekerjaan di satu waktu. Maka tak heran jika pria jarang berbicara ketika sedang bercinta dengan istrinya. Fokus sih.

5) Wanita suka bicara, pria seperlunya. Maka tak heran jika 2 orang wanita bisa saling menelpon selama 1 jam, padahal mereka berdua baru pulang berlibur bersama selama satu minggu. Dan tentunya wajar saja, jika kata “gosip” lebih melekat pada diri wanita dibandingkan pria.

6) Wanita bicara dengan perasaan, sehingga kadang terkesan hiperbolik bagi pria. Jadi kalau ada wanita yang berkata, “Apapun yang aku lakukan dan katakan selalu salah di matamu!” Jika Anda pria mendengarkan hal itu, tenang saja, tak perlu dibantah, sabarlah, sepertinya tidak hanya Anda yang mengalaminya.

7) Pria menyukai SEKS (wanita adalah perhiasan terindah bagi pria), sedangkan kebetulan wanita suka diperhatikan (begitulah karakter perhiasan). Wanita berpikir SEKS adalah konsekuensi dari menikah, sedangkan pria tidak sedikit yang berpikir MENIKAH adalah konsekuensi dari menginginkan seks.

Pria suka dipercaya, sedangkan wanita suka diberi perhatian khusus.Untuk wanita : bukan karena cantik engkau diperhatikan, tapi karena diperhatikanlah engkau menjadi cantik. Untuk pria : kalau Anda hari ini merasa istri Anda kurang cantik, berarti Anda kurang memperhatikannya.

9) Pria mengutamakan keahlian, dan wanita mengutamakan kebersamaan. Makanya wanita itu kalau ke toilet biasa “berjama’ah”. hmm… beda dengan pria,,,sendirian aja bisa karena pipis tidak menuntut keahlian khusus. Apakah Anda pernah mendengar ada pria ngajak temennya, “Don, pipis yuk”

10) Pria yang humoris adalah yang pandai melontarkan humor, wanita humoris adalah yang tertawa ketika pria melontarkan humor. Nah bagi para istri, kalau suami Anda melontarkan humor tolonglah tertwa, betapapun garingnya humor tersebut. Insya Allah karn Anda menghargai humor2 suami Anda, maka suami Anda tambah cintanya kepada Anda. Jangan sekali2 ketika suami Anda sedang humor Anda mengatakan, “Garing Amat sih”.

11) Tugas istri adalah memberikan kehangatan kepada suaminya, dan tugas suami adalah memibiarkan sang istri memberikan kehangatan terbaik kepadanya. Peace…

Ehm..serius nih…

Intinya pria menginginkan kekuasaan, prestasi, dan seks, dan wanita menginginkan hubungan, stabilitas, dan cinta.
(Disarikan dari “Calon Buku” dengan judul “Spiritual Sinergi Semesta – Upgrading your Spiritual Soft Skill)

Lanjutkan ......